DISERTASI
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
SEBAGAI PEMBANGUN KARAKTER
(Penelitian pada Beberapa Sekolah Dasar di Kota Semarang)
Masrukhi. 2008.
Disertasi Program
Studi Manajemen Pendidikan. Program
Pascasarjana,
Universitas Negeri Semarang. Promotor: Almh. Prof.
DR. Hj. Retno
Sriningsih Satmoko, Kopromotor : Prof. Mursid Saleh,
Ph.D, dan anggota :
Prof. Dr. Fathur Rokhman, M. Hum
ABSTRAK
Kata Kunci : manajemen
pembelajaran, pembangunan karakter, good citizenship.
Setiap bangsa akan
mengakui pentingnya pembangunan karakter (Character Building) dalam
rangka memelihara dan mempertahankan eksistensi sebagai suatu negara-bangsa
(nation-state). Proses pembangunan karakter memerlukan waktu yang panjang dan
sepanjang hayat. Wahana yang paling strategis untuk melakukan proses
pembangunan karakter adalah pendidikan di sekolah, melalui proses
pembelajarannya di kelas. Tujuan penelitian adalah membangun model pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan yang fit di sekolah dasar, melalui kajian
empirik dan komprehensif pada semua komponen yang terkait dengan konfigurasi
proses manajemen yang berlangsung pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
di kelas yang bermuatan pembangunan karakter, untuk kemudian ditemukan faktor determinannya.
Penelitian dilakukan pada 89 SD di 16 kecamatan se Kota Semarang, dengan
responden sebanyak 200 orang guru sekolah dasar, pengampu mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan. Data dijaring melalui angket skala berstruktur.
Data yang terkumpul dianalisis melalui analisis SEM dengan menggunakan
perangkat LISREL. Penelitian ini menemukan beberapa hal. Pertama model
konfigurasi yang dibangun dari variable laten eksogen berupa apresiasi guru,
kepemimpinan kepala sekolah, kultur sekolah, rancangan pembelajaran dan
variable laten endogen berupa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bermuatan
Pembangunan Karakter di sekolah dasar di Kota Semarang, menunjukkan model yang
fit, didasarkan pada temuan nilai Chi-Square sebesar 23,22 dan p-valuenya
sebesar 0,0871. Kedua, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang
bermuatan pembangunan karakter, lebih banyak terbangun oleh kultur sekolah dan kepemimpinan
kepala sekolah, tercermin pada koefisien korelasi pada variabel laten eksogen
adalah masing-masing 0,58 dan 0,25. sedangkan variable laten eksogen berupa
apresiasi guru dan kepemimpinan kepala sekolah yang menunjukkan koefisien jalur
masing-masing 0,15 dan 0,24. Kontribusi secara langsung faktor-faktor
determinan dalam manajemen pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pembangun
karakter, ditunjukkan dengan koefisien determinasi pada apresiasi guru sebesar
2.24% ; pada kepemimpinan kepala sekolah sebesar 5,76% ; pada kultur sekolah
sebesar 33,64%.
Penelitian ini
merekomendasikan beberapa hal. Pertama, perlu upaya peningkatan
pemahaman guru PKn sekolah dasar mengenai Pembangunan Karakter, melalui
kegiatan yang sirnergis antara pihak dinas pendidikan sebagai fasilitator,
perguruan tinggi sebagai pengembang materi, dengan memberdayakan
kelembagaan yang ada
dan berkembang pada komunitas guru sekolah dasar seperti Kelompok Kerja Guru
(KKG), organisasi profesi, dan sejenisnya. Kedua,
perlu dilakukan upaya
fasilitasi penyusunan contoh-contoh atau model-model rancangan pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan yang bermuatan Pembangunan Karakter, pada
para guru di sekolah dasar, dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Ketiga,
perlu dilakukan pendekatan struktur, pemberdayaan kepala sekolah untuk
memfasilitasi dan memotivasi guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam upaya
pembelajaran Pembangunan Karakter
di kelas, yang
dilakukan melalui melalui pertemuan-pertemuan Kelompok Kerja
Kepala Sekolah (KKKS).
Keempat, perlu dilakukan pemberdayaan kultur sekolah
guna menunjang
pembelajaran bermuatan Pembangunan Karakter di kelas PKn, melalui penguatan
kegiatan ekstra kurikuler yang dapat diciptakan dan dikembangkan oleh guru
Pendidikan Kewarganegaraan dengan memberdayakan potensi-potensi lokal yang
mengandung nilai-nilai luhur seperti permainan tradisional, volklor, dongeng,
pantun, kata-kata mutiara, symbol-simbol, dan sebagainya, yang mengandung local
wisdom.
1)
Metode
penelitian
Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan
non eksperimen. Jika dilihat dari tujuannya penelitian ini bersifat terapan,
karena hal-hal yang digunakan berdasarkan teori-teori yang telah ada
sebelumnya. Bila dilihat dari pendekatannya termasuk survey, karena data yang
dipelajari adalah dari sampel yang diambil dari populasi. Sedangkan jika
dilihat dari kejadiannya penelitian ini bersifat expost facto, sebab
yang diteliti adalah peristiwa yang telah terjadi atau berjalan, yaitu berupa
pemahaman, penghayatan, sikap dan perilaku guru Pendidikan Kewarganegaraan di
sekolah dasar mengenai character building, muatan pembangunan karakter
yang terdapat dalam bahan ajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di
sekolah dasar, pesan-pesan pembangunan karakter yang terintegrasikan dalam
metode yang digunakan guru pada proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
di sekolah dasar, serta pesan155 pesan pembangunan karakter yang
terintegrasikan dalam suasana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di
sekolah dasar. Model analisis regresi digunakan dalam penelitian ini. Penetapan
model ini didasarkan atas pertimbangan bahwa variabel-variabel yang diteliti
memiliki hubungan yang bersifat fungsional. Hubungan yang dimaksudkan dalam
penelitian ini adalah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.
2)
Manfaat Penelitian
Kegunaan
Teoritis
Secara
substantif keilmuan, hasil penelitian ini sangat bermanfaat dalam membangkitkan
kembali semangat pembangunan karakter melalui proses pembelajaran di dalam
kelas, melalui analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses
pembelajaran secara akurat. Hal ini sangat penting mengingat penanaman nilai
melalui proses pembelajaran di kelas, akan dipengaruhi juga oleh budaya yang
berkembang di lingkungan sekolah. Di sisi lain, lingkungan pendidikan sekolah
dasar memiliki makna yang sangat strategis bagi
pembinaan karakter bangsa sejak
dini, mengingat pada tingkat pendidikan
sekolah dasar peserta didik
mengawali perkenalan dengan pembinaan nilai
secara sistematis. (signifikansi
teoritis).
Kegunaan
Praktis
Hasil penelitian
ini pun memberikan kontribusi yang signifikan bagi pemerintah dalam
mengembangkan kembali di tengah-tengah masyarakat akan pentingnya pembangunan
karakter dalam khazanah pembangunan nasional, guna mengantisipasi ekses negatif
dari kehiupan global. Sudah tentu kontribusi ini terbatas pada pembinaan
karakter bangsa pada peserta didik melalui proses pembelajaran di kelas. Dari
temuan dan produk penelitian ini pemerintah dalam hal ini adalah Departemen
Pendidikan Nasional dapat mengambil kebijakan lebih lanjut mengenai upaya
pembangunan karakter melalui proses pembelajaran di sekolah dasar (signifikansi
praktis).
3)
Hasil Penelitian
Penelitian ini mengambil responden
sebanyak 200 orang guru pada 89 SD di 16 kecamatan se-Kota Semarang yang
terdiri atas 68 orang guru laki-laki dan 132 orang guru perempuan. Berdasarkan
tingkat pendidikan, responden umumnya berpendidikan D2 PGSD sebanyak 120 orang
(60%), ada yang berpendidikan Sarjana S1 sebanyak 70 orang (35%), namun masih
ada pula yang berpendidikan SPG/PGA sebanyak 10 orang (5%). Masa kerja guru SD
umumnya berkisar antara 10 s.d. 20 tahun sebanyak 110 orang (55%), bahkan ada
yang telah lebih dari 20 tahun sebanyak 30 orang (15%), guru yang masa kerjanya
5 s.d. 10 tahun sebanyak 40 orang (20%), dan guru yang masa kerjanya kurang
dari lima tahun sebanyak 20 orang (10%).
4)
Sistematika
1.
Bagian awal disertasi terdiri dari halaman judul, halaman
pengesahan, halaman motto dan persembahan, sari, kata pengantar, daftar
isi,daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran.
2.
Bagian isi skripsi terdiri dari lima bab yaitu:
–
BAB I : Pendahuluan, dalam hal ini penulis menguraikan
tentang latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat penelitian, penegasan
istilah, dan sistematika skripsi.
–
BAB II : Landasan teori, yaitu bab yang menguraikan tentang
kajian pustaka baik dari buku-buku ilmiah, maupun sumber-sumber lain yang
mendukung penelitian ini.
–
BAB III : Metodologi penelitian, yaitu bab yang menguraikan
tentang objek penelitian, variabel, metode penelitian, metode pengumpulan data,
dan metode analisis data.
–
BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan, yaitu bab yang
menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan dari data yang telah
diperoleh.
–
BAB V : Penutup terdiri dari simpulan dan saran, yaitu bab
yang berisi simpulan hasil dan saran serta hasil penelitian.
3.
Bagian akhir skripsi: terdiri dari daftar pustaka dan
lampiran.
5)
Kesimpulan
Simpulan Atas dasar temuan-temuan
empiris dari penelitian ini, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut.
1. Apresiasi
guru Pendidikan Kewarganegaraan mengenai Character Building berada pada
taraf sedang. Dari tiga variabel manifes yang membangun apresiasi guru, hanya
kognisilah yang berada padam kualifikasi rendah. Sedangkan dua variabel manifes
lainnya yaitu berupa afeksi dan konasi mengenai Character Building berada
pada kualifikasi sedang.
2.
Apresiasi guru Pendidikan
Kewarganegaraan mengenai Character Building memberikan kontribusi
terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah sebagai pembangun
karakter, yaitu sebesar 2,24%, Variabel manifes eksogen yang memberikan kontribusi
terbesar tercermin pada koefisien jalur antara apresiasi guru tentang Character
262 Building dan variable observer adalah afektif sebesar 1,14 dan
konasi sebesar 0,90.
3.
Kepemimpinan kepala sekolah dalam
mendukung proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di
sekolah memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah sebagai pembangun karakter 5,76%. Variabel
manifes eksogen yang memberikan kontribusi terbesar tercermin pada koefisien
jalur antara kepemimpinan kepala sekolah tentang Character Building dan
variable observer adalah pembinaan sebesar 0,84 dan fasilitasi kepala sekolah
sebesar 0,61.
4.
Kultur sekolah dalam mendukung proses
pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah mempunyai
kontribusi positif dan signifikan terhadap pemebelajaran pendidikan
kewarganegaraan sebagai pembangun karakter sebesar 33,64%. Variabel manifes
eksogen yang memberikan kontribusi terbesar tercermin pada koefisien jalur antara
kultur sekolah sekolah tentang Character Building dan variabel observer
adalah kebiasaan sebesar 0,78 dan sikap hidup sebesar 0,88.
5.
Rancangan pembelajaran sebagai pesan
sebagai pembangunan karakter terintegrasikan dalam rancangan pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi secara postitif dan signifikan
terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sebesar 6,25%. Variabel manifes
eksogen yang memberikan kontribusi terbesar tercermin pada koefisien jalur
antara rancangan pembelajaran di sekolah tentang 263 Character Building dan
variabel observer adalah media sebesar 1,17 dan bahan ajar sebesar 1,24.
6.
Kontribusi apresiasi guru, kepemimpinan
kepala sekolah, kultur sekolah, dan rancangan pembelajaran dalam membentuk
proses pembelajaran yang berperspektif pembangunan karakter pada Pendidikan Kewarganegaraan
di sekolah dasar sebesar 47,89%. Model konfigurasi yang dibangun dari variable
laten eksogen berupa apresiasi guru, kepemimpinan kepala sekolah, kultur
sekolah, rancangan pembelajaran dan variable laten endogen berupa pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan bermuatan pembangunan karakter di sekolah dasar di Kota
Semarang, menunjukkan model yang fit, didasarkan pada temuan nilai Chi-Square
sebesar 23,22 dan p-valuenya sebesar 0,0871.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar