Rabu, 13 April 2016

SKRIPSI, TESIS, DISERTASI

DISERTASI

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PEMBANGUN KARAKTER
(Penelitian pada Beberapa Sekolah Dasar di Kota Semarang)

Masrukhi. 2008.
Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan. Program
Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang. Promotor: Almh. Prof.
DR. Hj. Retno Sriningsih Satmoko, Kopromotor : Prof. Mursid Saleh,
Ph.D, dan anggota : Prof. Dr. Fathur Rokhman, M. Hum

ABSTRAK
Kata Kunci : manajemen pembelajaran, pembangunan karakter, good citizenship.
Setiap bangsa akan mengakui pentingnya pembangunan karakter (Character Building) dalam rangka memelihara dan mempertahankan eksistensi sebagai suatu negara-bangsa (nation-state). Proses pembangunan karakter memerlukan waktu yang panjang dan sepanjang hayat. Wahana yang paling strategis untuk melakukan proses pembangunan karakter adalah pendidikan di sekolah, melalui proses pembelajarannya di kelas. Tujuan penelitian adalah membangun model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang fit di sekolah dasar, melalui kajian empirik dan komprehensif pada semua komponen yang terkait dengan konfigurasi proses manajemen yang berlangsung pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas yang bermuatan pembangunan karakter, untuk kemudian ditemukan faktor determinannya. Penelitian dilakukan pada 89 SD di 16 kecamatan se Kota Semarang, dengan responden sebanyak 200 orang guru sekolah dasar, pengampu mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Data dijaring melalui angket skala berstruktur. Data yang terkumpul dianalisis melalui analisis SEM dengan menggunakan perangkat LISREL. Penelitian ini menemukan beberapa hal. Pertama model konfigurasi yang dibangun dari variable laten eksogen berupa apresiasi guru, kepemimpinan kepala sekolah, kultur sekolah, rancangan pembelajaran dan variable laten endogen berupa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bermuatan Pembangunan Karakter di sekolah dasar di Kota Semarang, menunjukkan model yang fit, didasarkan pada temuan nilai Chi-Square sebesar 23,22 dan p-valuenya sebesar 0,0871. Kedua, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang bermuatan pembangunan karakter, lebih banyak terbangun oleh kultur sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah, tercermin pada koefisien korelasi pada variabel laten eksogen adalah masing-masing 0,58 dan 0,25. sedangkan variable laten eksogen berupa apresiasi guru dan kepemimpinan kepala sekolah yang menunjukkan koefisien jalur masing-masing 0,15 dan 0,24. Kontribusi secara langsung faktor-faktor determinan dalam manajemen pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pembangun karakter, ditunjukkan dengan koefisien determinasi pada apresiasi guru sebesar 2.24% ; pada kepemimpinan kepala sekolah sebesar 5,76% ; pada kultur sekolah sebesar 33,64%.
Penelitian ini merekomendasikan beberapa hal. Pertama, perlu upaya peningkatan pemahaman guru PKn sekolah dasar mengenai Pembangunan Karakter, melalui kegiatan yang sirnergis antara pihak dinas pendidikan sebagai fasilitator, perguruan tinggi sebagai pengembang materi, dengan memberdayakan
kelembagaan yang ada dan berkembang pada komunitas guru sekolah dasar seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), organisasi profesi, dan sejenisnya. Kedua,
perlu dilakukan upaya fasilitasi penyusunan contoh-contoh atau model-model rancangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang bermuatan Pembangunan Karakter, pada para guru di sekolah dasar, dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Ketiga, perlu dilakukan pendekatan struktur, pemberdayaan kepala sekolah untuk memfasilitasi dan memotivasi guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam upaya pembelajaran Pembangunan Karakter
di kelas, yang dilakukan melalui melalui pertemuan-pertemuan Kelompok Kerja
Kepala Sekolah (KKKS). Keempat, perlu dilakukan pemberdayaan kultur sekolah
guna menunjang pembelajaran bermuatan Pembangunan Karakter di kelas PKn, melalui penguatan kegiatan ekstra kurikuler yang dapat diciptakan dan dikembangkan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan dengan memberdayakan potensi-potensi lokal yang mengandung nilai-nilai luhur seperti permainan tradisional, volklor, dongeng, pantun, kata-kata mutiara, symbol-simbol, dan sebagainya, yang mengandung local wisdom.

1)      Metode penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan non eksperimen. Jika dilihat dari tujuannya penelitian ini bersifat terapan, karena hal-hal yang digunakan berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya. Bila dilihat dari pendekatannya termasuk survey, karena data yang dipelajari adalah dari sampel yang diambil dari populasi. Sedangkan jika dilihat dari kejadiannya penelitian ini bersifat expost facto, sebab yang diteliti adalah peristiwa yang telah terjadi atau berjalan, yaitu berupa pemahaman, penghayatan, sikap dan perilaku guru Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar mengenai character building, muatan pembangunan karakter yang terdapat dalam bahan ajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar, pesan-pesan pembangunan karakter yang terintegrasikan dalam metode yang digunakan guru pada proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar, serta pesan155 pesan pembangunan karakter yang terintegrasikan dalam suasana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar. Model analisis regresi digunakan dalam penelitian ini. Penetapan model ini didasarkan atas pertimbangan bahwa variabel-variabel yang diteliti memiliki hubungan yang bersifat fungsional. Hubungan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.

2)      Manfaat Penelitian
Kegunaan Teoritis
Secara substantif keilmuan, hasil penelitian ini sangat bermanfaat dalam membangkitkan kembali semangat pembangunan karakter melalui proses pembelajaran di dalam kelas, melalui analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran secara akurat. Hal ini sangat penting mengingat penanaman nilai melalui proses pembelajaran di kelas, akan dipengaruhi juga oleh budaya yang berkembang di lingkungan sekolah. Di sisi lain, lingkungan pendidikan sekolah dasar memiliki makna yang sangat strategis bagi
pembinaan karakter bangsa sejak dini, mengingat pada tingkat pendidikan
sekolah dasar peserta didik mengawali perkenalan dengan pembinaan nilai
secara sistematis. (signifikansi teoritis).
Kegunaan Praktis
Hasil penelitian ini pun memberikan kontribusi yang signifikan bagi pemerintah dalam mengembangkan kembali di tengah-tengah masyarakat akan pentingnya pembangunan karakter dalam khazanah pembangunan nasional, guna mengantisipasi ekses negatif dari kehiupan global. Sudah tentu kontribusi ini terbatas pada pembinaan karakter bangsa pada peserta didik melalui proses pembelajaran di kelas. Dari temuan dan produk penelitian ini pemerintah dalam hal ini adalah Departemen Pendidikan Nasional dapat mengambil kebijakan lebih lanjut mengenai upaya pembangunan karakter melalui proses pembelajaran di sekolah dasar (signifikansi praktis).

3)       Hasil Penelitian  
Penelitian ini mengambil responden sebanyak 200 orang guru pada 89 SD di 16 kecamatan se-Kota Semarang yang terdiri atas 68 orang guru laki-laki dan 132 orang guru perempuan. Berdasarkan tingkat pendidikan, responden umumnya berpendidikan D2 PGSD sebanyak 120 orang (60%), ada yang berpendidikan Sarjana S1 sebanyak 70 orang (35%), namun masih ada pula yang berpendidikan SPG/PGA sebanyak 10 orang (5%). Masa kerja guru SD umumnya berkisar antara 10 s.d. 20 tahun sebanyak 110 orang (55%), bahkan ada yang telah lebih dari 20 tahun sebanyak 30 orang (15%), guru yang masa kerjanya 5 s.d. 10 tahun sebanyak 40 orang (20%), dan guru yang masa kerjanya kurang dari lima tahun sebanyak 20 orang (10%).              

4)      Sistematika
1.      Bagian awal disertasi terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, sari, kata pengantar, daftar isi,daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran.
2.      Bagian isi skripsi terdiri dari lima bab yaitu:
        BAB I  : Pendahuluan, dalam hal ini penulis menguraikan tentang latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika skripsi.
        BAB II : Landasan teori, yaitu bab yang menguraikan tentang kajian pustaka baik dari buku-buku ilmiah, maupun sumber-sumber lain yang mendukung penelitian ini.
        BAB III : Metodologi penelitian, yaitu bab yang menguraikan tentang objek penelitian, variabel, metode penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.
        BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan, yaitu bab yang menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan dari data yang telah diperoleh.
        BAB V : Penutup terdiri dari simpulan dan saran, yaitu bab yang berisi simpulan hasil dan saran serta hasil penelitian.
3.      Bagian akhir skripsi: terdiri dari daftar pustaka dan lampiran.
                       
5)      Kesimpulan                     
Simpulan Atas dasar temuan-temuan empiris dari penelitian ini, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut.
1.      Apresiasi guru Pendidikan Kewarganegaraan mengenai Character Building berada pada taraf sedang. Dari tiga variabel manifes yang membangun apresiasi guru, hanya kognisilah yang berada padam kualifikasi rendah. Sedangkan dua variabel manifes lainnya yaitu berupa afeksi dan konasi mengenai Character Building berada pada kualifikasi sedang.
2.      Apresiasi guru Pendidikan Kewarganegaraan mengenai Character Building memberikan kontribusi terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah sebagai pembangun karakter, yaitu sebesar 2,24%, Variabel manifes eksogen yang memberikan kontribusi terbesar tercermin pada koefisien jalur antara apresiasi guru tentang Character 262 Building dan variable observer adalah afektif sebesar 1,14 dan konasi sebesar 0,90.
3.      Kepemimpinan kepala sekolah dalam mendukung proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah sebagai pembangun karakter 5,76%. Variabel manifes eksogen yang memberikan kontribusi terbesar tercermin pada koefisien jalur antara kepemimpinan kepala sekolah tentang Character Building dan variable observer adalah pembinaan sebesar 0,84 dan fasilitasi kepala sekolah sebesar 0,61.
4.      Kultur sekolah dalam mendukung proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah mempunyai kontribusi positif dan signifikan terhadap pemebelajaran pendidikan kewarganegaraan sebagai pembangun karakter sebesar 33,64%. Variabel manifes eksogen yang memberikan kontribusi terbesar tercermin pada koefisien jalur antara kultur sekolah sekolah tentang Character Building dan variabel observer adalah kebiasaan sebesar 0,78 dan sikap hidup sebesar 0,88.
5.      Rancangan pembelajaran sebagai pesan sebagai pembangunan karakter terintegrasikan dalam rancangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi secara postitif dan signifikan terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sebesar 6,25%. Variabel manifes eksogen yang memberikan kontribusi terbesar tercermin pada koefisien jalur antara rancangan pembelajaran di sekolah tentang 263 Character Building dan variabel observer adalah media sebesar 1,17 dan bahan ajar sebesar 1,24.
6.      Kontribusi apresiasi guru, kepemimpinan kepala sekolah, kultur sekolah, dan rancangan pembelajaran dalam membentuk proses pembelajaran yang berperspektif pembangunan karakter pada Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar sebesar 47,89%. Model konfigurasi yang dibangun dari variable laten eksogen berupa apresiasi guru, kepemimpinan kepala sekolah, kultur sekolah, rancangan pembelajaran dan variable laten endogen berupa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bermuatan pembangunan karakter di sekolah dasar di Kota Semarang, menunjukkan model yang fit, didasarkan pada temuan nilai Chi-Square sebesar 23,22 dan p-valuenya sebesar 0,0871.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar