ETIKA PRODUKSI
PENJUALAN RUJAK KELILING DI DEPOK
Sarah I. Fajriani
fajrianisarah@gmail.com
Mahasiswa Jurusan
Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas
Gunadarma
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan
mengetahui bagaimana konsep dan penerapan etika produksi pada rujak
keliling di Depok.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep etika
produksi pada rujak
keliling di Depok
sehingga nantinya diharapkan hasil resume penelitian ini dapat dijadikan sebuah
cerminan bagi
para pelaku usaha lainnya. Dalam menjalankan usaha dan kegiatan, para pelaku
usaha telah memahami etika produksi.
Sehingga penjualan para pelaku usaha sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kata Kunci: Etika, Produksi, Etika Produksi, Penjualan
I.
PENDAHULUAN
Dalam
proses produksi, subuah produsen pada hakikatnya tentu akan selalu berusaha
untuk menekan biaya produksi dan berusaha untuk mendapatkan laba sebanyak
banyaknya. Dalam upaya produsen untuk memperoleh keuntungan, pasti mereka akan
melakukan banyak hal untuk memperolehnya. Termasuk mereka bisa melakukan hal
hal yang mengancam keselamataan konsumen. Padahal konsumen dan produsen
bekerjasama. Tanpa konsumen, produsen tidak akan berdaya. Seharusnyalah produsen memeberi perhatian
dan menjaga konsumen sebagai tanda terima kasih telah membeli barang atau
menggunakan jasa yang mereka tawarkan. Namun banyak produsen yang tidak
menjalankan hal ini. Produsen lebih mementingkan laba. Seperti banyaknya kasus
kasus yang akhirnya mengancam keselamatan konsumen karena dalam memproduksi,
produsen tidak memperhatikan hal hal buruk yang mungkin terjadi pada konsumen.
Bahkan, konsumen ditipu, konsumen ditawarkan hal-hal yang mereka butuhkan, tapi
pada kenyataannya, mereka tidak mendapat apa yang mereka butuhkan mereka tidak memperoleh
sesuai dengan apa yang ditawarkan.
Etika adalah seperangkat prinsip-prinsip dan nilai-nilai
yang menegaskan tentang benar dan salah. Sedangkan produksi adalah suatu
kegiatan menambah nilai guna barang dengan menggunakan sumberdaya yang ada. Jadi, Etika Produksi adalah
seperangkat prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang menegaskan tentang benar dan
salahnya hal hal yang dikukan dalam proses produksi atau dalam proses
penambahan nilai guna barang.
Setiap produksi pasti harus memiliki etika dalam berproduksi.
Dalam pembuatan makanan pun harus melalui proses produksi yang sesuai dengan
etika produksi. Salah satunya adalah rujak. Rujak merupakan makanan khas yang
berasal dari Indonesia yang memilki beberapa variasi. Di setiap daerah, rujak
memiliki cita rasa dan pedas yang berbeda-beda. Banyak peminat rujak dikalangan
Indonesia, terutama di Depok membuat peneliti ingin mengetahui “ETIKA PRODUKSI
PENJUALAN RUJAK KELILING DI DEPOK”
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani
adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom).
Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah
dari bahasa latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti
juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang
baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama
pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu
moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika
adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah lain yang
identik dengan etika, yaitu: Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar,
prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik. Akhlak (Arab), berarti moral, dan
etika berarti ilmu akhlak. etika di pandang sebagai cabang filsafat yang khusus
membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.
Jenis kedua, Etika
di pandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku
manusia dalam kehidupan bersama. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan
bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat,
akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.
Jenis ketiga, etika di pandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif,
dan evaluatif yang hanya
memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak
perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan
merefleksikan. Definisi etika ini lebih bersifat informatif, direktif dan
reflektif. Etika terbagi
menjadi dua macam. Yang pertama etika umum dan etika khusus.
a.
Etika Umum,
berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara
etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan
prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam
bertindak serta tolak
ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan
b.
Etika khusus,
merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
Etika Khusus di
bagi lagi menjadi dua bagian :
a.
Etika
individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
b.
Etika sosial,
yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.
Pengertian Produksi
Seluruh kegiatan ekonomi masyarakat pada akhirnya di
tujukan pada ke makmuran warga masyarakat, taraf hidup atau tingkat kemakmuran
masyarakat di tentukan oleh perbandingan jumlah hasil produksi yang tersedia
dari hasil jumlah penduduk.Produksi adalah menciptakan kekayaan dengan
pemanfaatan sumber alam oleh manusia. Produksi
merupakan hasil usaha manusia yang tidak berarti menciftakan barang dari tidak
ada., akan tetapi produksi berarti mengadakan perubahan bentuk atau
mengembangkan bahan-bahan alam sehingga akhirnya memiliki sifat dapat memenuhi
kebutuhan hidup manusia baik berupa uang atau
jasa.
Dalam definisi
lain, produksi adalah setiap usaha manusia menciptakan atau menambah guna suatu benda. Pada hakikatnya produksi kegiatan
menciptakan, kegiatan-kegiatan artinya, dapat memenuhi ke butuhan manusia jadi
benda dan jasa mencakup semua usaha dan kegiatan dari menambah kegunaan
misalnya, menanam padi, memperdagangkannya, kebutuhan terhadap barang dan jasa
itu tidak terbatas adanya atau dengan kata lain antara kebutuhan tidak terdapat
keseimbangan, dengan tidak adanya keseimbangan ini timbullah masalah bagi
manusia yaitu bagaimanakah manusia memenuhi kebutuhan yaitu benda dan jasa yang
tidak terbatas itu.
Pengertian Etika Produksi
Dalam melakukan produksi sangat di perlukan etika,
karena etika adalah suatu keinginan produksi yang murni dalam membantu orang
lain, kejujuran dan tidak melakukan kecurangan, contohnya banyak sekali
kecurangan yang terjadi pada saat ini, hal inilah yang di maksud etika bisnis
yang memproduksi yang di tujukan oleh masyarakat luas agar bersikap jujur dan
tulus dalam memproduksi produknya, sehingga masing-masing pihak tidak ada yang
merasa di rugikan karena setiap perancangan produk tidak lepas dari penilaian etika.
Mungkin dalam etika berproduksi yang kita harus lakukan adalah tidak melakukan, kecurangan-kecurangan yang di
maksud adalah kita membuat/memproduksi
suatu barang sesuai dengan komposisi yang kita tulis di kemasan dalam hal ini misalnya makanan. Misalnya
kita menulis di kemasan berat makanan tersebut adalah 1kg tapi ternyata
isinya.Hanya 800 gram justru itu adalah suatu penipuan. Atau misalnya kita
menulis isi dalam kemasan ada 100 buah, tapi ternyata hanya ada 99 buah, hal
itu juga sama- sama penipuan.
Faktor-faktor produksi
Faktor produksi adalah segala sesuatu yang di perlukan
untuk menghasilkan produksi, faktor produksi ini antara lain meliputi bahan
baku, bahan penolong, teknologi dan peralatan produksi, tenaga kerja manusia,
dan energi, untuk dapat melakukan produksi dengan menggunakan faktor produksi
ini, perusahaan memerlukan pengorbanan, yang di kenal dengan biaya, produksi
barang dan jasa yang di lakukan di arahkan untuk mencapai tujuan perusahaan,
yaitu mendapat laba, laba yang di dapat perusahaan berasal dari selisih antara
pendapatan, dengan biaya, oleh karena itu maka pertimbangan utama atau
parameter utama dalam melakukan produksi adalah pendapatan (revenue), yang akan di terima perusahaan
dan biaya (cost) yang harus di
keluarkan perusahaan untuk menghasilkan produksi tersebut. Adapun faktor-faktor produksi itu terbagi atas lima macam yaitu :
1.
Tenaga kerja terkait langsung dengan
tuntunan hak milik melalui produksi. Tenaga kerja merupakan faktor
pendayaguna dari faktor produksi sebelumnya, oleh
karena itu sistem ekonomi Islam merupakan sistem ekonomi yang integral, maka
faktor tenaga kerja pun mendapatkan perhatian sistem ekonomi Islam.
2.
Manajemen, karena adanya tuntunan
leadersip dalam Islam, manajemen dalam perspektif islam merupakan landasan
sistem yang mengantarkan kepada keberhasilan sebuah kegiatan ekonomi. Teknologi adalah ilmu tentang cara menerapkan sains untuk memanfaatkan
alam bagi kesejahteraan dan kenyamana manusia.
III.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian
yang digunakan di dalam melakukan penelitian ini adalah jenis penelitian
kualitatif.Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian
naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah, disebut
juga sebagai metode etnografi. Menurut Sugiyono (2010) penelitian kualitatif
biasanya dilakukan pada objek alamiah yang berkembang apa adanya dan data yang
digunakan untuk penelitian tidak dimanipulasi oleh peneliti sehingga, kehadiran
peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada objek tersebut
Menurut Sugiyono
(2010), menjelaskan bahwa metode penelitian kualitatif merupakan metode
penelitian yang berlandaskan pada teori yang digunakan untuk meneliti pada
kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai penentu di dalam
melakukan sebuah penelitian, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara
purposive dan snowball, Teknik pengumpulan dengan trianggulasi, analisis data
bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih
mengarah pada makna dari penelitian yang dilakukan daripada generalisasi.
Teknik
Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan data yang dikumpulkan
dari pengamatan langsung, wawancara, serta analisis dokumen dan catatan
perusahaan.Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian,
yaitu kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data (Sugiyono,
2005: 129).
Pengumpulan data merupakan bagian dari proses
pengujian data yang berkaitan dengan sumber dan cara untuk memperoleh data
penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di antaranya:
1. Observasi
Observasi adalah
pengamatan yang dilakukan secara sengaja, sistematis mengenai fenomena sosial
dengan gejala-gejala psikis untuk kemudian dilakukan pencatatan (Soemitro,
1985 dalam Subagyo, 2004: 63).Observasi sebagai alat pengumpul
data dapat dilakukan secara spontan dapat pula dengan daftar isian yang telah
disiapkan sebelumnya.Peneliti di sini melakukan observasi secara non
partisipatif, yaitu peneliti tidak melibatkan diri dalam aktivitas objek yang
diteliti, pengamatan dilakukan secara sepintas pada saat tertentu (Subagyo,
2004: 66).Dalam hal ini peneliti melakukan observasi pada aktivitas dan budaya
kerja owner bisnis makanan di social media instagram.
2. Wawancara
(Interview)
Wawancara digunakan
sebagai teknik pengumpulan data, apabila peneliti ingin melakukan studi
pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila
peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah
respondennya sedikit/kecil (Sugiyono, 2005: 130).
IV.
HASIL PENELITIAN
Dalam
melakukan proses produksi harus ada yang namanya etika produksi sesuai dengan
penjelasan di atas. Saya telah mengajukan beberapa pertanyaan kepada penjual
rujak keliling yang berada di sekitar Depok. Pada umumnya mereka para penjual
sudah cukup lama dan berpengalaman dalam menjual rujak. Sehingga mereka
mengetahui betul cara memproduksi rujak yang baik sesuai dengan etika
produksinya.
Disamping
itu penjual rujak keliling juga melakukan semua proses produksi dengan standar
etika produksi misalnya memilih
bahan-bahan yang baik dan berkualitas yaitu pemilihan buah-buahan yang segar
dan kacang yang baik untuk diolah menjadi bumbu rujak dan juga pemilihan cabai
yang baik untuk campuran bumbu. Dengan berjualan sesuai etika produksi dan
tanpa melakukan kecurangan, penjual rujak keliling yang berada di sekitar Depok
yakin hal tersebut yang membuat rujak produk mereka tetap laris dan dipercaya
sebagai makanan yang digemari masyarakat sekitar.
V.
PENUTUP
Berdasarkan
hasil pembahasan di atas, dikemukakan bahwa etika produksi sangatlah penting
bagi para pelaku usaha. Dengan adanya etika produksi maka pelaku usaha
terhindar dari kecurangan yang merugikan konsumen. Wawancara dilakukan dalam
proses penelitian ini guna mengetahui secara langsung apakah penjual sudah melakukan
proses produksi sesuai dengan etika produksi. Dengan adanya penelitian ini maka
diharapkan bagi para pelaku uasha tetap melakukan kegiatan produksi yang sesuai
dengan etika produksi dan sebagai cerminan
juga referensi bagi para pelaku usaha lain betapa pentingnya etika
produksi dalam proses produksi.
REFERENSI
Sari, Siti Madalela. 2011.
Pemikiran Muhammad Nejatullah Siddiq Tentang Etika Produksi. Skripsi. Riau
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan
Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Velasquez, Manuel G. 2000. Etika Bisnis: Konsep dan Kasus. New York: W.W Norton and Company.