Jumat, 06 Mei 2016

Si Kembang Tahu Jadul yang Kekinian

Laporan Feature
Tugas Bahasa Indonesia

Siapa yang gak tau kembang tahu? Anak 90’an pasti tau si hangat kembang tahu yang satu ini. Makanan ini dulu kita sering jumpai sore-sore hingga malam dipikul sama abang kembang tahu tentunya yang dijual keliling perumahan. Namun berbeda dengan kembang tahu tempo dulu yang hanya berisikan kembang tahu serta kuah jahe, kini kembang tahu sudah “kekinian” yang disajikan dengan berbagai macam topping diatasnya yang membuat cita rasa tempo dulu berpadu dengan sentuhan masa kini.
Bagi pecinta kembang tahu kalian bisa mencicipi kembang tahu dengan sajian hangat maupun dingin dengan berbagai varian topping seperti, almond, macademia, cornflakes, richeese keju, kinder bueno, oreo, pocky, mochi, popping boba, rumput laut, L-Men bar, coffee (arabica/lampung/luwak), poppy seed, sun flower seed, walnut, prune, hazelnut, dry apricot, cranberry, flax seed, kacang sangrai keju dll. Sekarang ini kalian bisa menjumpai kembang tahu kekinian di Healthy Beans yang terletak di Jl. Raya Margonda Depok.
Buka dari pukul 14.00-00.00 Healthy Beans cocok untuk disantap sambil santai dan dikala penat menghinggap. Healthy Beans hadir sekitar tahun 2013 dengan cabang yang pertama yaitu berlokasi di Cibubur. Lokasi lainnya yaitu berada di BSD dan yang kami kunjungi di Depok. Lokasi di Depok sangatlah strategis karena berada di kawasan jalan Margonda Raya dan kawasan kampus Universitas Gunadarma juga Universitas Indonesia. Mengenai harga sangatlah pas bagi kantong mahasiswa.
Nah sekarang ini, kami ingin menceritakan sedikit pesanan kami. Kami memesan Healthy Fresh Fruit, Healthy Mix 1, Susu Kedelai with Vanilla Float, Kembang Tahu Kacang Merah Kuah Jahe. Let’s check this out.

HEALTHY FRESH FRUIT




Tampilannya menarik cukup menggugah selera, selain itu rasanya juga enak, segar karena ada rasa asam yang berasal dari kuah yakultnya dan, pas banget dinikmati saat panas di siang hari, Di dalamnya ada buah semangka yang disajikan bulat-bulat juga ditambahkannya es krim vanilla yang manis. Melengkapi kesegaran minuman yang satu ini.

HEALTHY MIX 1




Untuk menu yang satu ini, tampilan menarik dan keberanian si pemilik untuk mencampur berbagai jenis makanan. Seperti kacang merah, sari kacang merah, cincau hitam, sari kelapa, kolang-kaling, rumput laut, selasih kelapa, aloe vera herbal jelly. Nah yang paling menarik dari menu ini adalah dimasukannya kolang-kaling dan aloe vera atau lidah buayanya, rasa dari semua itu yang telah dicampurkan benar-benar menyatu ketika menyentuh lidah. Porsi yang disajikan dari menu ini juga cukup besar bisa dimakan lebih dari 2 orang jadi bisa mempererat kebersamaan satu sama lain, lalu menu ini juga cukup sehat karena adanya sari kelapa, kacang merah, lidah buaya dan kolang-kaling. Menu ini bisa dikatakan sehat juga dicampurkan fresh milk atau susu segar, jadi selain enak menu ini juga bisa dibilang benar-benar sehat.

SUSU KEDELAI + VANILA FLOAT


Lanjut ke menu minuman yang satu ini, komposisi dari menu ini adalah susu kedelai yang di atasnya di tambahkan vanila float. Menut ini tidak manis seperti namanya. Kenapa tidak manis? Karena dari menu ini lebih ditonjolkan rasa klasik dari susu kedelainya tanpa menghilangkan rasa original dari susu tersebut meskipun sudah ditambahkan vanila float. Vanila float ini ditamhakan bukan untuk menghilangkan rasa original dari susu kedelai tetapi hanya untuk pemanis, intinya menu minuman ini sangat lah cocok diminum disaat terik matahari.

KEMBANG TAHU + KACANG MERAH + KUAH JAHE


Nah yang terakhir menu utama yang mencirikan cafe atau resto kembang tahu ini, sangatlah cocok buat bagi mereka yg ingin makan makanan yang sedikit porsi tapi banyak protein, karena kembang tahu ini terbuat dari ampas tahu yang tentunya mengandung protein yang baik bagi kesehatan tubuh juga untuk menambah nutrisi bagi pertumbuhan. Makanan ini bisa disantap setelah usai berolahraga atau setelah beraktifitas seharian atau juga bisa menemani kegalauan anda di malam hari ditemani si hangat kembang tahu. Di kafe ini, tidaklah hanya kembang tahu kacang merah dan kuah jahe, tetapi banyak juga varian rasa lainnya.  


So, buat kalian yang rindu dengan makanan tempo dulu, di Healthy Beans kalian bisa bernostalgia dengan sentuhan cita rasa yang ramai dan unik. Sesuai dengan namanya Healthy Beans menyajikan makanan dan minuman sehat yang kaya akan sumber vitamin dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. “Deliciously Healthy - When Old Authenthic Recipe Meets Creatifity”

Bonus foto kita saat mengunjungi Healthy Beans dan mewawancarai karyawan di Healthy Beans:)


Kamis, 14 April 2016

BAHASA INGGRIS

Past Future Continuous Tense
Jadi, rumus yang digunakan untuk membuat Passive Voice dalam Past Future Continuous Tense adalah sebagai berikut :

S +  Would Be Being + V3

Contoh pembuatan kalimat Passive Voice dalam bentuk positive :
Active :
§  They would be learning English when you came.
§  She would be listening to the music when the phone rang
§  He would be visiting his family 

Passive :
English would be being learned by them when you came.
§  The music would be being listened by her when the phone rang
§  His family would be being visited by him

Past Perfect Tense
Seperti active voice,  main verbpassive past perfect tensejuga berupa past participle dan diawali auxiliary verb “had”. Bedanya, passive past perfect tense mendapatkan tambahan auxiliary verb “been”.

Had digunakan untuk subject pada passive voice (= object pada active voice) apapun. Adapun agent pada passive voice merupakan subject pada active voice.
Berikut rumus passive voice dalam past perfect tense:
Active Voice
Passive Voice
S + had + past participle + direct object
S (direct object) + had + been + past participle +/- by … (agent)
Rumus di atas berlaku untuk transitive verb, dimana memang kata kerja tersebut yang umum dipasifkan.
Contoh Kalimat Passive Voice in Past Perfect Tense
No.
Active Voice
Passive Voice
1
They had used poison gas in World War I.
(Mereka telah menggunakan gas beracun dalam perang dunia pertama.)
Poison gas had been used in World War I.
(Gas beracun telah digunakan dalam perang dunia pertama.)
2
Sally had read two hundred books before graduating from the college.
(Sally telah membaca dua ratus buku sebelum lulus dari kampus tersebut.)
Two hundred books had been read by Sally before graduating from the college.
(Dua ratus buku telah dibaca oleh Sally sebelum lulus dari kampus tersebut.)
3
He had helped you so many times.
(Dia telah membantumu berkali-kali.)
You had been helped so many times.
(Kamu telah dibantu berkali-kali.)

Past Future Tense

Jadi, rumus yang digunakan untuk membuat Passive Voice dalam Past Future Tense adalah sebagai berikut :

S + Would Be + V3

Contoh pembuatan kalimat Passive Voice dalam bentuk positive :

Active :
§  They would learn English.
§  We would buy a dictionary
§  He would visit his family

Passive :
§  English would be learned by them.
§  A dictionary would be bought by us
§  His family would be visited by him



Rabu, 13 April 2016

SKRIPSI, TESIS, DISERTASI

DISERTASI

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PEMBANGUN KARAKTER
(Penelitian pada Beberapa Sekolah Dasar di Kota Semarang)

Masrukhi. 2008.
Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan. Program
Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang. Promotor: Almh. Prof.
DR. Hj. Retno Sriningsih Satmoko, Kopromotor : Prof. Mursid Saleh,
Ph.D, dan anggota : Prof. Dr. Fathur Rokhman, M. Hum

ABSTRAK
Kata Kunci : manajemen pembelajaran, pembangunan karakter, good citizenship.
Setiap bangsa akan mengakui pentingnya pembangunan karakter (Character Building) dalam rangka memelihara dan mempertahankan eksistensi sebagai suatu negara-bangsa (nation-state). Proses pembangunan karakter memerlukan waktu yang panjang dan sepanjang hayat. Wahana yang paling strategis untuk melakukan proses pembangunan karakter adalah pendidikan di sekolah, melalui proses pembelajarannya di kelas. Tujuan penelitian adalah membangun model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang fit di sekolah dasar, melalui kajian empirik dan komprehensif pada semua komponen yang terkait dengan konfigurasi proses manajemen yang berlangsung pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas yang bermuatan pembangunan karakter, untuk kemudian ditemukan faktor determinannya. Penelitian dilakukan pada 89 SD di 16 kecamatan se Kota Semarang, dengan responden sebanyak 200 orang guru sekolah dasar, pengampu mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Data dijaring melalui angket skala berstruktur. Data yang terkumpul dianalisis melalui analisis SEM dengan menggunakan perangkat LISREL. Penelitian ini menemukan beberapa hal. Pertama model konfigurasi yang dibangun dari variable laten eksogen berupa apresiasi guru, kepemimpinan kepala sekolah, kultur sekolah, rancangan pembelajaran dan variable laten endogen berupa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bermuatan Pembangunan Karakter di sekolah dasar di Kota Semarang, menunjukkan model yang fit, didasarkan pada temuan nilai Chi-Square sebesar 23,22 dan p-valuenya sebesar 0,0871. Kedua, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang bermuatan pembangunan karakter, lebih banyak terbangun oleh kultur sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah, tercermin pada koefisien korelasi pada variabel laten eksogen adalah masing-masing 0,58 dan 0,25. sedangkan variable laten eksogen berupa apresiasi guru dan kepemimpinan kepala sekolah yang menunjukkan koefisien jalur masing-masing 0,15 dan 0,24. Kontribusi secara langsung faktor-faktor determinan dalam manajemen pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pembangun karakter, ditunjukkan dengan koefisien determinasi pada apresiasi guru sebesar 2.24% ; pada kepemimpinan kepala sekolah sebesar 5,76% ; pada kultur sekolah sebesar 33,64%.
Penelitian ini merekomendasikan beberapa hal. Pertama, perlu upaya peningkatan pemahaman guru PKn sekolah dasar mengenai Pembangunan Karakter, melalui kegiatan yang sirnergis antara pihak dinas pendidikan sebagai fasilitator, perguruan tinggi sebagai pengembang materi, dengan memberdayakan
kelembagaan yang ada dan berkembang pada komunitas guru sekolah dasar seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), organisasi profesi, dan sejenisnya. Kedua,
perlu dilakukan upaya fasilitasi penyusunan contoh-contoh atau model-model rancangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang bermuatan Pembangunan Karakter, pada para guru di sekolah dasar, dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Ketiga, perlu dilakukan pendekatan struktur, pemberdayaan kepala sekolah untuk memfasilitasi dan memotivasi guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam upaya pembelajaran Pembangunan Karakter
di kelas, yang dilakukan melalui melalui pertemuan-pertemuan Kelompok Kerja
Kepala Sekolah (KKKS). Keempat, perlu dilakukan pemberdayaan kultur sekolah
guna menunjang pembelajaran bermuatan Pembangunan Karakter di kelas PKn, melalui penguatan kegiatan ekstra kurikuler yang dapat diciptakan dan dikembangkan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan dengan memberdayakan potensi-potensi lokal yang mengandung nilai-nilai luhur seperti permainan tradisional, volklor, dongeng, pantun, kata-kata mutiara, symbol-simbol, dan sebagainya, yang mengandung local wisdom.

1)      Metode penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan non eksperimen. Jika dilihat dari tujuannya penelitian ini bersifat terapan, karena hal-hal yang digunakan berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya. Bila dilihat dari pendekatannya termasuk survey, karena data yang dipelajari adalah dari sampel yang diambil dari populasi. Sedangkan jika dilihat dari kejadiannya penelitian ini bersifat expost facto, sebab yang diteliti adalah peristiwa yang telah terjadi atau berjalan, yaitu berupa pemahaman, penghayatan, sikap dan perilaku guru Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar mengenai character building, muatan pembangunan karakter yang terdapat dalam bahan ajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar, pesan-pesan pembangunan karakter yang terintegrasikan dalam metode yang digunakan guru pada proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar, serta pesan155 pesan pembangunan karakter yang terintegrasikan dalam suasana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar. Model analisis regresi digunakan dalam penelitian ini. Penetapan model ini didasarkan atas pertimbangan bahwa variabel-variabel yang diteliti memiliki hubungan yang bersifat fungsional. Hubungan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.

2)      Manfaat Penelitian
Kegunaan Teoritis
Secara substantif keilmuan, hasil penelitian ini sangat bermanfaat dalam membangkitkan kembali semangat pembangunan karakter melalui proses pembelajaran di dalam kelas, melalui analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran secara akurat. Hal ini sangat penting mengingat penanaman nilai melalui proses pembelajaran di kelas, akan dipengaruhi juga oleh budaya yang berkembang di lingkungan sekolah. Di sisi lain, lingkungan pendidikan sekolah dasar memiliki makna yang sangat strategis bagi
pembinaan karakter bangsa sejak dini, mengingat pada tingkat pendidikan
sekolah dasar peserta didik mengawali perkenalan dengan pembinaan nilai
secara sistematis. (signifikansi teoritis).
Kegunaan Praktis
Hasil penelitian ini pun memberikan kontribusi yang signifikan bagi pemerintah dalam mengembangkan kembali di tengah-tengah masyarakat akan pentingnya pembangunan karakter dalam khazanah pembangunan nasional, guna mengantisipasi ekses negatif dari kehiupan global. Sudah tentu kontribusi ini terbatas pada pembinaan karakter bangsa pada peserta didik melalui proses pembelajaran di kelas. Dari temuan dan produk penelitian ini pemerintah dalam hal ini adalah Departemen Pendidikan Nasional dapat mengambil kebijakan lebih lanjut mengenai upaya pembangunan karakter melalui proses pembelajaran di sekolah dasar (signifikansi praktis).

3)       Hasil Penelitian  
Penelitian ini mengambil responden sebanyak 200 orang guru pada 89 SD di 16 kecamatan se-Kota Semarang yang terdiri atas 68 orang guru laki-laki dan 132 orang guru perempuan. Berdasarkan tingkat pendidikan, responden umumnya berpendidikan D2 PGSD sebanyak 120 orang (60%), ada yang berpendidikan Sarjana S1 sebanyak 70 orang (35%), namun masih ada pula yang berpendidikan SPG/PGA sebanyak 10 orang (5%). Masa kerja guru SD umumnya berkisar antara 10 s.d. 20 tahun sebanyak 110 orang (55%), bahkan ada yang telah lebih dari 20 tahun sebanyak 30 orang (15%), guru yang masa kerjanya 5 s.d. 10 tahun sebanyak 40 orang (20%), dan guru yang masa kerjanya kurang dari lima tahun sebanyak 20 orang (10%).              

4)      Sistematika
1.      Bagian awal disertasi terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, sari, kata pengantar, daftar isi,daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran.
2.      Bagian isi skripsi terdiri dari lima bab yaitu:
        BAB I  : Pendahuluan, dalam hal ini penulis menguraikan tentang latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika skripsi.
        BAB II : Landasan teori, yaitu bab yang menguraikan tentang kajian pustaka baik dari buku-buku ilmiah, maupun sumber-sumber lain yang mendukung penelitian ini.
        BAB III : Metodologi penelitian, yaitu bab yang menguraikan tentang objek penelitian, variabel, metode penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.
        BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan, yaitu bab yang menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan dari data yang telah diperoleh.
        BAB V : Penutup terdiri dari simpulan dan saran, yaitu bab yang berisi simpulan hasil dan saran serta hasil penelitian.
3.      Bagian akhir skripsi: terdiri dari daftar pustaka dan lampiran.
                       
5)      Kesimpulan                     
Simpulan Atas dasar temuan-temuan empiris dari penelitian ini, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut.
1.      Apresiasi guru Pendidikan Kewarganegaraan mengenai Character Building berada pada taraf sedang. Dari tiga variabel manifes yang membangun apresiasi guru, hanya kognisilah yang berada padam kualifikasi rendah. Sedangkan dua variabel manifes lainnya yaitu berupa afeksi dan konasi mengenai Character Building berada pada kualifikasi sedang.
2.      Apresiasi guru Pendidikan Kewarganegaraan mengenai Character Building memberikan kontribusi terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah sebagai pembangun karakter, yaitu sebesar 2,24%, Variabel manifes eksogen yang memberikan kontribusi terbesar tercermin pada koefisien jalur antara apresiasi guru tentang Character 262 Building dan variable observer adalah afektif sebesar 1,14 dan konasi sebesar 0,90.
3.      Kepemimpinan kepala sekolah dalam mendukung proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah sebagai pembangun karakter 5,76%. Variabel manifes eksogen yang memberikan kontribusi terbesar tercermin pada koefisien jalur antara kepemimpinan kepala sekolah tentang Character Building dan variable observer adalah pembinaan sebesar 0,84 dan fasilitasi kepala sekolah sebesar 0,61.
4.      Kultur sekolah dalam mendukung proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah mempunyai kontribusi positif dan signifikan terhadap pemebelajaran pendidikan kewarganegaraan sebagai pembangun karakter sebesar 33,64%. Variabel manifes eksogen yang memberikan kontribusi terbesar tercermin pada koefisien jalur antara kultur sekolah sekolah tentang Character Building dan variabel observer adalah kebiasaan sebesar 0,78 dan sikap hidup sebesar 0,88.
5.      Rancangan pembelajaran sebagai pesan sebagai pembangunan karakter terintegrasikan dalam rancangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi secara postitif dan signifikan terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sebesar 6,25%. Variabel manifes eksogen yang memberikan kontribusi terbesar tercermin pada koefisien jalur antara rancangan pembelajaran di sekolah tentang 263 Character Building dan variabel observer adalah media sebesar 1,17 dan bahan ajar sebesar 1,24.
6.      Kontribusi apresiasi guru, kepemimpinan kepala sekolah, kultur sekolah, dan rancangan pembelajaran dalam membentuk proses pembelajaran yang berperspektif pembangunan karakter pada Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar sebesar 47,89%. Model konfigurasi yang dibangun dari variable laten eksogen berupa apresiasi guru, kepemimpinan kepala sekolah, kultur sekolah, rancangan pembelajaran dan variable laten endogen berupa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bermuatan pembangunan karakter di sekolah dasar di Kota Semarang, menunjukkan model yang fit, didasarkan pada temuan nilai Chi-Square sebesar 23,22 dan p-valuenya sebesar 0,0871.

SKRIPSI, TESIS, DISERTASI

TESIS

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERUBAHAN OLEH KEPALA SEKOLAH
(Studi Deskriptif Kualitatif di Sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan)

YENSI AFRIZA
Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Program Pasca Sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu, Bengkulu 2013

ABSTRAK

Masalah  umum  penelitian  ini  yaitu  ”Bagaimana  Implementasi Manajemen  Perubahan  oleh  Kepala  Sekolah  di  SMA  Muhammadiyah
Bengkulu  Selatan”.  Rumusan  Masalah  Khusus  penelitian  ini  yaitu  “1)
Bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah dalam pengambilan keputusan, 2) bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah dibidang kurikulum, 3) bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang kesiswaan, 4) bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang sarana pendidikan, 5) bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang tenaga pendidik, 6) bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang keuangan, 7) bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang hubungan masyarakat?.

Tujuan umum penelitian ini yaitu mendeskripsikan dengan jelas tentang implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan. Tujuan khusus penelitian ini yaitu 1)


Mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah dalam pengambilan keputusan, 2) mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah dibidang kurikulum, 3) mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang kesiswaan, 4) mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang sarana pendidikan, 5) mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang tenaga pendidik, 6) mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang keuangan, 7) mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang hubungan masyarakat.

Metode penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kesiswaan, sarana pendidikan, guru atau wali kelas, guru pembina ekstra kulikuler, guru bimbingan dan konseling Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Bengkulu Selatan. Penentuan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kesiswaan, sarana pendidikan serta guru pengampu mata pelajaran, sebagai subjek penelitian karena kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, kurikulum, sarana pendidikan, guru kelas, atau orang-orang yang terlibat langsung dalam manajemen sekolah.

Hasil penelitian implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan adalah sebagai berikut :
Kesatu, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam pengambilan kebijakan dan keputusan yaitu (1) pembuatan keputusan melibatkan banyak pihak, seperti wakil-wakil kepala sekolah, guru, dan komite sekolah, (2) pembuatan keputusan melalui gugus mutu terdiri dari guru-guru senior secara keilmuan dan metodologi pembelajaran, anggota komite sekolah dari kalangan pakar, tim pengendali manajemen pembelajaran, (3) keputusan sekolah secara partisipatif.

Kedua, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang kurikulum yaitu (1) terdapat suatu program pembelajaran yang sistematis dan realistis, setiap guru mata pelajaran menyusun parangkat kegiatan belajar mengajar sebelum permulaan tahun pelajaran, setiap guru mata pelajaran menjabarkan kurikulum yang saat ini diterapkan dan mampu merakit dalam analisis materi pelajaran, setiap guru merencanakan tes hasil belajar secara benar dan berdaya guna dalam rangka membantu siswa dan meningkatkan sistem administrasinya, (2) kegiatan belajar mengajar sesuai dengan silabus secara cepat dan efektif, karena dikerjakan oleh para guru sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh pihak sekolah(3) setiap guru mata pelajaran menyusun perangkat tes yang sempurna, setiap guru mampu melaksanakan evaluasi sesuai dengan petunjuk yang berlaku, (4) setiap guru mengadministrasikan semua kegiatan kurikulum dengan baik dan sistematis.

Ketiga, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang kesiswaan yaitu (1) mempersiapkan sistem administrasi dengan menggunkan komputerisasi yang meliputi beberapa kegiatan bidang kesiswaan antara lain : sistem persiapan/persuratan, pencatatan buku induk siswa, pencatatan buku induk pegawai, pengisisan buku mutasi siswa administrasi PSB, administrasi ujian nasional, administrasi nilai/legger, laporan (PSB, ujian nasional, kenaikan kelas, keberhasilan siswa), (2) meningkatkan peran serta siswa untuk menjaga dan membina sekolah sebagai wiyata mandala, sehingga terhindar dari usaha pengaruh yang bertentangan dengan norma yang berlaku, meningkatkan kegiatan ekstrakulikuler dalam menunjang kegiatan kurikuler, meningkatkan apresiasi dan penghayatan seni, menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara dan mengembangkan semangat 1945.

Keempat, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang sarana pendidikan yaitu (1) perangkat KBM difungsikan dan didayagunakan sesuai dengan program yang direncanakan, (2) saran pendukung dimanfaatkan dengan memaksimalkan sarana yang ada seperti wc guru/siswa dengan dibersihkan setiap hari oleh siswa dengan pengaturan jadwal piket atau dibersihkan siswa yang datang terlambat sebagai hukumannya, (3) pencatatan aset berupa sarana dan prasarana pendidikan pada SMA Muhammadiya Bengkulu Selatan dengan cara memberikan kode barang, pencatatan dalam buku golongan, pencatatan dalam buku inventaris barang dan pem,belian aset.

Kelima, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang tenaga pendidik yaitu (1) mengembangkan kesadaran akan tugas dan tanggung jawab guru dengan cara setiap satu bulan sekali dilaksanakan rapat koordinasi antara kepala sekolah, wakil-wakil kepala sekolah, guru dan staff tata usaha yang terjadwal diluar rapat pertemuan khusus yang sifatnya insidental, (2) disamping administrasi sekolah dilakukan secara manual juga dikembangkan manajemen administrasi dengan pendekatan komputerisasi, menerapkan usul kenaikan pangkat secara reguler maupun dengan menetapkan berdasarkan angka kredit jabatan guru dapat diselesaikan tepat waktu. Setiap guru dan koordinator tata usaha mendapat DP3 masing-masing tepat pada waktu disertai data pelengkap penilaian atas pegawai yang bersangkutan.

Keenam, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang keuangan yaitu menginvestasikan program/kegiatan sekolah selama satu tahun mendatang, menyusun program/kegiatan tersebut berdasarkan jenis dan prioritas, menghitung volume, harga satuan, dan kebutuhan dana untuk setiap komponen kegiatan, membuat kertas kerja, menentukan sumber dana dan pembebanan anggaran, serta menuangkannya kedalam format buku RAPBS, menghimpun data pendukung yang akurat untuk bahan acuan guna mempertahankan anggaran yang diajukan.

Ketujuh, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang hubungan masyarakat yaitu (1) meningkatkan hubungan kekeluargaan dengan mengembangkan tali persaudaraan antar sesama yang diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kegiatan kerohanian yang maksimal dalam satu tahun lima kali, (2) meningkatkan yaitu hubungan dengan masyarakat umum yaitu dengan cara ikut terlibat dalam kegiatan sosial yang ada dimasyarakat misalnya ikut dalam kerja bakti membersihkan semak-semak yang mengganggu jalan raya, turut menumbang moril maupun materil apabila ada musibah kematian.

Simpulan penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Bengkulu Selatan telah melakukan berbagai implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah. Perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammmadiyah Bengkulu Selatan lebih berfokus pada pengambilan keputusan dan kebijakan yang dilakukan kepala sekolah, dan cara dalam manajemen kurikulum, manajemen kesiswaan, manajemen sarana pendidikan, manajemen tenaga pendidik, manajemen keuangan dan manajemen hubungan masyarakat yang diberlakukan disekolah.

Saran dari hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut Implementasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah cukup bagus dan tidak begitu banyak masalah besar yang ditemukan dalam manajemen sekolah. Saran-saran peneliti sebagai berikut : 1) Implementasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang pengambilan keputusan dipertahankan Karena proses dalam pengambilan keputusan melibatkan semua pihak sehingga kebijakan dan keputusan yang diambil dapat dirasakan oleh semua pihak yang ada disekolah marupakan kebijakan yang tepat untuk dipertahankan. 2) Implementasi manajmen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang kurikulum agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik sebaiknya jika ada guru yang mengajar tidak sesuai dengan kurikulum yang ada segera ditegur atau diberikan sanksi agar guru tersebut tidak mengulanginya lagi. 3) Implementasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang kesiswaan meningkatkan kembali peran aktif siswa dalam kegiatan IPM misalnya sering mengadakan turnamen antar sekolah yang diselengarakan disekolah. 4) Implementasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang sarana pendidikan sarana-sarana pendukung agar dimanfaatkan semaksimal mungkin dan jika terdapat sarana yang tidak terpakai agar dimanfaatkan sehingga terciptanya sarana pendukung yang baik bagi warga sekolah. 5) Implementasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan

dalam bidang tenaga pendidik meningkatkan kembali kualitas kerja agar kualitas sekolah menjadi lebih baik lagi. 6) Impelemnetasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang keuangan lebih meningkatkan tranparansi proses keuangan sekolah agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. 7) Implementasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang hubungan masyarakat memperbanyak kegiatan yang bersifat kekeluargaan, mengingat sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan adalah sekolah muslim alangkah baiknya pihak sekolah memperbanyak melakukan kegiatan kerohanian misalnya mennyediakan tempat, guru mengaji untuk masyarakat umum disekolah dengan jadwal yang ditentukan pihak sekolah agar proses belajar mengajar tidak terganggu.

1)      Metode penelitian
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan secara objektif. Metode deskriptif bertujuan untuk mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada, mengidentifikasi masalah yang atau memelihara kondisi dan praktik-praktik yang berlaku.


Penelitian ini menggunakan data primer dan data skunder diperoleh dengan teknik observasi dan teknik wawancara tentang unsur-unsur yang terdapat dalam paradigma penelitian dengan kepala sekolah. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan teknik dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan.

Menurut (Sugiono, 2009:15), metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositifsime, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sample sumber dan data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi (gabungan) analisis data bersifat induktif / kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada generalisasi.

Menurut Aminudin (1990: 2) metode kualitatif merupakan jenis penelitian dimana perumusan masalah penelitian bukan diarahakan oleh teori melainkan oleh gejala penelitian yang dihadapi dilapangan. Untuk mempertahankan tingginya keabsahan data, maka sebelum pelaksanaan pengumpulan data terlebih dahulu dilakkukan berbagai kesiapan, terutama untuk mempersiapkan bentuk-bentuk dan jenis data yang dipergunakan. Dengan kesiapan ini diharapkan dapat terjadi kesenjangan atau perbedaan cara memperoleh data dari sumber yang satu dengan yang lain.

2)      Manfaat Penelitian
 Penelitian  ini  diharapkan  memberikan  hasil  yang dapat  bermanfaat bagi dunia pendidikan antara lain :

a.      Manfaat Teoritis
1.      Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan manajemen sekolah
2.      Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah konsep dari teori-teori tentang manajemen sekolah
3.      Sebagai bahan masukan bagi kalangan akademis yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan manajemen sekolah

b.      Manfaat Praktis
1.      Sebagai masukan bagi seluruh komponen sekolah dalam inovasi manajemen sekolah
2.      Sebagai pedoman bagi sekolah-sekolah dalam inovasi manajemen sekolah.

3)      Hasil Penelitian
Hasil penelitian implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan adalah sebagai berikut:
     Kesatu, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam pengambilan kebijakan dan keputusan yaitu (1) pembuatan keputusan melibatkan banyak pihak, seperti wakil-wakil kepala sekolah, guru, dan komite sekolah, (2) pembuatan keputusan melalui gugus mutu terdiri dari guru-guru senior secara keilmuan dan metodologi pembelajaran, anggota komite sekolah dari kalangan pakar, tim pengendali manajemen pembelajaran, (3) keputusan sekolah secara partisipatif.

Kedua, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang kurikulum yaitu (1) terdapat suatu program pembelajaran yang sistematis dan realistis, setiap guru mata pelajaran menyusun parangkat kegiatan belajar mengajar sebelum permulaan tahun pelajaran, setiap guru mata pelajaran menjabarkan kurikulum yang saat ini diterapkan dan mampu merakit dalam analisis materi pelajaran, setiap guru merencanakan tes hasil belajar secara benar dan berdaya guna dalam rangka membantu siswa dan meningkatkan sistem administrasinya, (2) kegiatan belajar mengajar sesuai dengan silabus secara cepat dan efektif, karena dikerjakan oleh para guru sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh pihak sekolah(3) setiap guru mata pelajaran menyusun perangkat tes yang sempurna, setiap guru mampu melaksanakan evaluasi sesuai dengan petunjuk yang berlaku, (4) setiap guru mengadministrasikan semua kegiatan kurikulum dengan baik dan sistematis.

Ketiga, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang kesiswaan yaitu (1) mempersiapkan sistem administrasi dengan menggunkan komputerisasi yang meliputi beberapa kegiatan bidang kesiswaan antara lain : sistem persiapan/persuratan, pencatatan buku induk siswa, pencatatan buku induk pegawai, pengisisan buku mutasi siswa administrasi PSB, administrasi ujian nasional, administrasi nilai/legger, laporan (PSB, ujian nasional, kenaikan kelas, keberhasilan siswa), (2) meningkatkan peran serta siswa untuk menjaga dan membina sekolah sebagai wiyata mandala, sehingga terhindar dari usaha pengaruh yang bertentangan dengan norma yang berlaku, meningkatkan kegiatan ekstrakulikuler dalam menunjang kegiatan kurikuler, meningkatkan apresiasi dan penghayatan seni, menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara dan mengembangkan semangat 1945.

Keempat, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang sarana pendidikan yaitu (1) perangkat KBM difungsikan dan didayagunakan sesuai dengan program yang direncanakan, (2) saran pendukung dimanfaatkan dengan memaksimalkan sarana yang ada seperti wc guru/siswa dengan dibersihkan setiap hari oleh siswa dengan pengaturan jadwal piket atau dibersihkan siswa yang datang terlambat sebagai hukumannya, (3) pencatatan aset berupa sarana dan prasarana pendidikan pada SMA Muhammadiya Bengkulu Selatan dengan cara memberikan kode barang, pencatatan dalam buku golongan, pencatatan dalam buku inventaris barang dan pem,belian aset.

Kelima, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang tenaga pendidik yaitu (1) mengembangkan kesadaran akan tugas dan tanggung jawab guru dengan cara setiap satu bulan sekali dilaksanakan rapat koordinasi antara kepala sekolah, wakil-wakil kepala sekolah, guru dan staff tata usaha yang terjadwal diluar rapat pertemuan khusus yang sifatnya insidental, (2) disamping administrasi sekolah dilakukan secara manual juga dikembangkan manajemen administrasi dengan pendekatan komputerisasi, menerapkan usul kenaikan pangkat secara reguler maupun dengan menetapkan berdasarkan angka kredit jabatan guru dapat diselesaikan tepat waktu. Setiap guru dan koordinator tata usaha mendapat DP3 masing-masing tepat pada waktu disertai data pelengkap penilaian atas pegawai yang bersangkutan.

Keenam, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang keuangan yaitu menginvestasikan program/kegiatan sekolah selama satu tahun mendatang, menyusun program/kegiatan tersebut berdasarkan jenis dan prioritas, menghitung volume, harga satuan, dan kebutuhan dana untuk setiap komponen kegiatan, membuat kertas kerja, menentukan sumber dana dan pembebanan anggaran, serta menuangkannya kedalam format buku RAPBS, menghimpun data pendukung yang akurat untuk bahan acuan guna mempertahankan anggaran yang diajukan.
Ketujuh, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang hubungan masyarakat yaitu (1) meningkatkan hubungan kekeluargaan dengan mengembangkan tali persaudaraan antar sesama yang diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kegiatan kerohanian yang maksimal dalam satu tahun lima kali, (2) meningkatkan yaitu hubungan dengan masyarakat umum yaitu dengan cara ikut terlibat dalam kegiatan sosial yang ada dimasyarakat misalnya ikut dalam kerja bakti membersihkan semak-semak yang mengganggu jalan raya, turut menumbang moril maupun materil apabila ada musibah kematian.

4)      Sistematika
1.      Bagian awal tesis terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, sari, kata pengantar, daftar isi,daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran.
2.      Bagian isi skripsi terdiri dari lima bab yaitu:
        BAB I  : Pendahuluan, dalam hal ini penulis menguraikan tentang latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika skripsi.
        BAB II : Kajian pustaka, yaitu bab yang menguraikan tentang kajian pustaka baik dari buku-buku ilmiah, maupun sumber-sumber lain yang mendukung penelitian ini.
        BAB III : Metodologi penelitian, yaitu bab yang menguraikan tentang objek penelitian, variabel, metode penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.
        BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan, yaitu bab yang menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan dari data yang telah diperoleh.
        BAB V : Simpulan, Implikasi dan saran, yaitu bab yang berisi simpulan hasil dan saran serta hasil penelitian.
3.      Bagian akhir skripsi: terdiri dari daftar pustaka dan lampiran.

5)      Kesimpulan
Simpulan penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Bengkulu Selatan telah melakukan berbagai implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah. Perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammmadiyah Bengkulu Selatan lebih berfokus pada pengambilan keputusan dan kebijakan yang dilakukan kepala sekolah, dan cara dalam manajemen kurikulum, manajemen kesiswaan, manajemen sarana pendidikan, manajemen tenaga pendidik, manajemen keuangan dan manajemen hubungan masyarakat yang diberlakukan disekolah.