Rabu, 13 April 2016

SKRIPSI, TESIS, DISERTASI

TESIS

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERUBAHAN OLEH KEPALA SEKOLAH
(Studi Deskriptif Kualitatif di Sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan)

YENSI AFRIZA
Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Program Pasca Sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu, Bengkulu 2013

ABSTRAK

Masalah  umum  penelitian  ini  yaitu  ”Bagaimana  Implementasi Manajemen  Perubahan  oleh  Kepala  Sekolah  di  SMA  Muhammadiyah
Bengkulu  Selatan”.  Rumusan  Masalah  Khusus  penelitian  ini  yaitu  “1)
Bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah dalam pengambilan keputusan, 2) bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah dibidang kurikulum, 3) bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang kesiswaan, 4) bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang sarana pendidikan, 5) bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang tenaga pendidik, 6) bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang keuangan, 7) bagaimana implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang hubungan masyarakat?.

Tujuan umum penelitian ini yaitu mendeskripsikan dengan jelas tentang implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan. Tujuan khusus penelitian ini yaitu 1)


Mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah dalam pengambilan keputusan, 2) mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah dibidang kurikulum, 3) mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang kesiswaan, 4) mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang sarana pendidikan, 5) mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang tenaga pendidik, 6) mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang keuangan, 7) mendeskripsikan implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di bidang hubungan masyarakat.

Metode penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kesiswaan, sarana pendidikan, guru atau wali kelas, guru pembina ekstra kulikuler, guru bimbingan dan konseling Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Bengkulu Selatan. Penentuan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kesiswaan, sarana pendidikan serta guru pengampu mata pelajaran, sebagai subjek penelitian karena kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, kurikulum, sarana pendidikan, guru kelas, atau orang-orang yang terlibat langsung dalam manajemen sekolah.

Hasil penelitian implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan adalah sebagai berikut :
Kesatu, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam pengambilan kebijakan dan keputusan yaitu (1) pembuatan keputusan melibatkan banyak pihak, seperti wakil-wakil kepala sekolah, guru, dan komite sekolah, (2) pembuatan keputusan melalui gugus mutu terdiri dari guru-guru senior secara keilmuan dan metodologi pembelajaran, anggota komite sekolah dari kalangan pakar, tim pengendali manajemen pembelajaran, (3) keputusan sekolah secara partisipatif.

Kedua, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang kurikulum yaitu (1) terdapat suatu program pembelajaran yang sistematis dan realistis, setiap guru mata pelajaran menyusun parangkat kegiatan belajar mengajar sebelum permulaan tahun pelajaran, setiap guru mata pelajaran menjabarkan kurikulum yang saat ini diterapkan dan mampu merakit dalam analisis materi pelajaran, setiap guru merencanakan tes hasil belajar secara benar dan berdaya guna dalam rangka membantu siswa dan meningkatkan sistem administrasinya, (2) kegiatan belajar mengajar sesuai dengan silabus secara cepat dan efektif, karena dikerjakan oleh para guru sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh pihak sekolah(3) setiap guru mata pelajaran menyusun perangkat tes yang sempurna, setiap guru mampu melaksanakan evaluasi sesuai dengan petunjuk yang berlaku, (4) setiap guru mengadministrasikan semua kegiatan kurikulum dengan baik dan sistematis.

Ketiga, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang kesiswaan yaitu (1) mempersiapkan sistem administrasi dengan menggunkan komputerisasi yang meliputi beberapa kegiatan bidang kesiswaan antara lain : sistem persiapan/persuratan, pencatatan buku induk siswa, pencatatan buku induk pegawai, pengisisan buku mutasi siswa administrasi PSB, administrasi ujian nasional, administrasi nilai/legger, laporan (PSB, ujian nasional, kenaikan kelas, keberhasilan siswa), (2) meningkatkan peran serta siswa untuk menjaga dan membina sekolah sebagai wiyata mandala, sehingga terhindar dari usaha pengaruh yang bertentangan dengan norma yang berlaku, meningkatkan kegiatan ekstrakulikuler dalam menunjang kegiatan kurikuler, meningkatkan apresiasi dan penghayatan seni, menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara dan mengembangkan semangat 1945.

Keempat, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang sarana pendidikan yaitu (1) perangkat KBM difungsikan dan didayagunakan sesuai dengan program yang direncanakan, (2) saran pendukung dimanfaatkan dengan memaksimalkan sarana yang ada seperti wc guru/siswa dengan dibersihkan setiap hari oleh siswa dengan pengaturan jadwal piket atau dibersihkan siswa yang datang terlambat sebagai hukumannya, (3) pencatatan aset berupa sarana dan prasarana pendidikan pada SMA Muhammadiya Bengkulu Selatan dengan cara memberikan kode barang, pencatatan dalam buku golongan, pencatatan dalam buku inventaris barang dan pem,belian aset.

Kelima, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang tenaga pendidik yaitu (1) mengembangkan kesadaran akan tugas dan tanggung jawab guru dengan cara setiap satu bulan sekali dilaksanakan rapat koordinasi antara kepala sekolah, wakil-wakil kepala sekolah, guru dan staff tata usaha yang terjadwal diluar rapat pertemuan khusus yang sifatnya insidental, (2) disamping administrasi sekolah dilakukan secara manual juga dikembangkan manajemen administrasi dengan pendekatan komputerisasi, menerapkan usul kenaikan pangkat secara reguler maupun dengan menetapkan berdasarkan angka kredit jabatan guru dapat diselesaikan tepat waktu. Setiap guru dan koordinator tata usaha mendapat DP3 masing-masing tepat pada waktu disertai data pelengkap penilaian atas pegawai yang bersangkutan.

Keenam, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang keuangan yaitu menginvestasikan program/kegiatan sekolah selama satu tahun mendatang, menyusun program/kegiatan tersebut berdasarkan jenis dan prioritas, menghitung volume, harga satuan, dan kebutuhan dana untuk setiap komponen kegiatan, membuat kertas kerja, menentukan sumber dana dan pembebanan anggaran, serta menuangkannya kedalam format buku RAPBS, menghimpun data pendukung yang akurat untuk bahan acuan guna mempertahankan anggaran yang diajukan.

Ketujuh, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang hubungan masyarakat yaitu (1) meningkatkan hubungan kekeluargaan dengan mengembangkan tali persaudaraan antar sesama yang diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kegiatan kerohanian yang maksimal dalam satu tahun lima kali, (2) meningkatkan yaitu hubungan dengan masyarakat umum yaitu dengan cara ikut terlibat dalam kegiatan sosial yang ada dimasyarakat misalnya ikut dalam kerja bakti membersihkan semak-semak yang mengganggu jalan raya, turut menumbang moril maupun materil apabila ada musibah kematian.

Simpulan penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Bengkulu Selatan telah melakukan berbagai implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah. Perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammmadiyah Bengkulu Selatan lebih berfokus pada pengambilan keputusan dan kebijakan yang dilakukan kepala sekolah, dan cara dalam manajemen kurikulum, manajemen kesiswaan, manajemen sarana pendidikan, manajemen tenaga pendidik, manajemen keuangan dan manajemen hubungan masyarakat yang diberlakukan disekolah.

Saran dari hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut Implementasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah cukup bagus dan tidak begitu banyak masalah besar yang ditemukan dalam manajemen sekolah. Saran-saran peneliti sebagai berikut : 1) Implementasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang pengambilan keputusan dipertahankan Karena proses dalam pengambilan keputusan melibatkan semua pihak sehingga kebijakan dan keputusan yang diambil dapat dirasakan oleh semua pihak yang ada disekolah marupakan kebijakan yang tepat untuk dipertahankan. 2) Implementasi manajmen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang kurikulum agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik sebaiknya jika ada guru yang mengajar tidak sesuai dengan kurikulum yang ada segera ditegur atau diberikan sanksi agar guru tersebut tidak mengulanginya lagi. 3) Implementasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang kesiswaan meningkatkan kembali peran aktif siswa dalam kegiatan IPM misalnya sering mengadakan turnamen antar sekolah yang diselengarakan disekolah. 4) Implementasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang sarana pendidikan sarana-sarana pendukung agar dimanfaatkan semaksimal mungkin dan jika terdapat sarana yang tidak terpakai agar dimanfaatkan sehingga terciptanya sarana pendukung yang baik bagi warga sekolah. 5) Implementasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan

dalam bidang tenaga pendidik meningkatkan kembali kualitas kerja agar kualitas sekolah menjadi lebih baik lagi. 6) Impelemnetasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang keuangan lebih meningkatkan tranparansi proses keuangan sekolah agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. 7) Implementasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang hubungan masyarakat memperbanyak kegiatan yang bersifat kekeluargaan, mengingat sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan adalah sekolah muslim alangkah baiknya pihak sekolah memperbanyak melakukan kegiatan kerohanian misalnya mennyediakan tempat, guru mengaji untuk masyarakat umum disekolah dengan jadwal yang ditentukan pihak sekolah agar proses belajar mengajar tidak terganggu.

1)      Metode penelitian
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan secara objektif. Metode deskriptif bertujuan untuk mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada, mengidentifikasi masalah yang atau memelihara kondisi dan praktik-praktik yang berlaku.


Penelitian ini menggunakan data primer dan data skunder diperoleh dengan teknik observasi dan teknik wawancara tentang unsur-unsur yang terdapat dalam paradigma penelitian dengan kepala sekolah. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan teknik dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan.

Menurut (Sugiono, 2009:15), metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositifsime, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sample sumber dan data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi (gabungan) analisis data bersifat induktif / kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada generalisasi.

Menurut Aminudin (1990: 2) metode kualitatif merupakan jenis penelitian dimana perumusan masalah penelitian bukan diarahakan oleh teori melainkan oleh gejala penelitian yang dihadapi dilapangan. Untuk mempertahankan tingginya keabsahan data, maka sebelum pelaksanaan pengumpulan data terlebih dahulu dilakkukan berbagai kesiapan, terutama untuk mempersiapkan bentuk-bentuk dan jenis data yang dipergunakan. Dengan kesiapan ini diharapkan dapat terjadi kesenjangan atau perbedaan cara memperoleh data dari sumber yang satu dengan yang lain.

2)      Manfaat Penelitian
 Penelitian  ini  diharapkan  memberikan  hasil  yang dapat  bermanfaat bagi dunia pendidikan antara lain :

a.      Manfaat Teoritis
1.      Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan manajemen sekolah
2.      Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah konsep dari teori-teori tentang manajemen sekolah
3.      Sebagai bahan masukan bagi kalangan akademis yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan manajemen sekolah

b.      Manfaat Praktis
1.      Sebagai masukan bagi seluruh komponen sekolah dalam inovasi manajemen sekolah
2.      Sebagai pedoman bagi sekolah-sekolah dalam inovasi manajemen sekolah.

3)      Hasil Penelitian
Hasil penelitian implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah di SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan adalah sebagai berikut:
     Kesatu, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam pengambilan kebijakan dan keputusan yaitu (1) pembuatan keputusan melibatkan banyak pihak, seperti wakil-wakil kepala sekolah, guru, dan komite sekolah, (2) pembuatan keputusan melalui gugus mutu terdiri dari guru-guru senior secara keilmuan dan metodologi pembelajaran, anggota komite sekolah dari kalangan pakar, tim pengendali manajemen pembelajaran, (3) keputusan sekolah secara partisipatif.

Kedua, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang kurikulum yaitu (1) terdapat suatu program pembelajaran yang sistematis dan realistis, setiap guru mata pelajaran menyusun parangkat kegiatan belajar mengajar sebelum permulaan tahun pelajaran, setiap guru mata pelajaran menjabarkan kurikulum yang saat ini diterapkan dan mampu merakit dalam analisis materi pelajaran, setiap guru merencanakan tes hasil belajar secara benar dan berdaya guna dalam rangka membantu siswa dan meningkatkan sistem administrasinya, (2) kegiatan belajar mengajar sesuai dengan silabus secara cepat dan efektif, karena dikerjakan oleh para guru sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh pihak sekolah(3) setiap guru mata pelajaran menyusun perangkat tes yang sempurna, setiap guru mampu melaksanakan evaluasi sesuai dengan petunjuk yang berlaku, (4) setiap guru mengadministrasikan semua kegiatan kurikulum dengan baik dan sistematis.

Ketiga, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang kesiswaan yaitu (1) mempersiapkan sistem administrasi dengan menggunkan komputerisasi yang meliputi beberapa kegiatan bidang kesiswaan antara lain : sistem persiapan/persuratan, pencatatan buku induk siswa, pencatatan buku induk pegawai, pengisisan buku mutasi siswa administrasi PSB, administrasi ujian nasional, administrasi nilai/legger, laporan (PSB, ujian nasional, kenaikan kelas, keberhasilan siswa), (2) meningkatkan peran serta siswa untuk menjaga dan membina sekolah sebagai wiyata mandala, sehingga terhindar dari usaha pengaruh yang bertentangan dengan norma yang berlaku, meningkatkan kegiatan ekstrakulikuler dalam menunjang kegiatan kurikuler, meningkatkan apresiasi dan penghayatan seni, menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara dan mengembangkan semangat 1945.

Keempat, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang sarana pendidikan yaitu (1) perangkat KBM difungsikan dan didayagunakan sesuai dengan program yang direncanakan, (2) saran pendukung dimanfaatkan dengan memaksimalkan sarana yang ada seperti wc guru/siswa dengan dibersihkan setiap hari oleh siswa dengan pengaturan jadwal piket atau dibersihkan siswa yang datang terlambat sebagai hukumannya, (3) pencatatan aset berupa sarana dan prasarana pendidikan pada SMA Muhammadiya Bengkulu Selatan dengan cara memberikan kode barang, pencatatan dalam buku golongan, pencatatan dalam buku inventaris barang dan pem,belian aset.

Kelima, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang tenaga pendidik yaitu (1) mengembangkan kesadaran akan tugas dan tanggung jawab guru dengan cara setiap satu bulan sekali dilaksanakan rapat koordinasi antara kepala sekolah, wakil-wakil kepala sekolah, guru dan staff tata usaha yang terjadwal diluar rapat pertemuan khusus yang sifatnya insidental, (2) disamping administrasi sekolah dilakukan secara manual juga dikembangkan manajemen administrasi dengan pendekatan komputerisasi, menerapkan usul kenaikan pangkat secara reguler maupun dengan menetapkan berdasarkan angka kredit jabatan guru dapat diselesaikan tepat waktu. Setiap guru dan koordinator tata usaha mendapat DP3 masing-masing tepat pada waktu disertai data pelengkap penilaian atas pegawai yang bersangkutan.

Keenam, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang keuangan yaitu menginvestasikan program/kegiatan sekolah selama satu tahun mendatang, menyusun program/kegiatan tersebut berdasarkan jenis dan prioritas, menghitung volume, harga satuan, dan kebutuhan dana untuk setiap komponen kegiatan, membuat kertas kerja, menentukan sumber dana dan pembebanan anggaran, serta menuangkannya kedalam format buku RAPBS, menghimpun data pendukung yang akurat untuk bahan acuan guna mempertahankan anggaran yang diajukan.
Ketujuh, implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bengkulu Selatan dalam bidang hubungan masyarakat yaitu (1) meningkatkan hubungan kekeluargaan dengan mengembangkan tali persaudaraan antar sesama yang diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kegiatan kerohanian yang maksimal dalam satu tahun lima kali, (2) meningkatkan yaitu hubungan dengan masyarakat umum yaitu dengan cara ikut terlibat dalam kegiatan sosial yang ada dimasyarakat misalnya ikut dalam kerja bakti membersihkan semak-semak yang mengganggu jalan raya, turut menumbang moril maupun materil apabila ada musibah kematian.

4)      Sistematika
1.      Bagian awal tesis terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, sari, kata pengantar, daftar isi,daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran.
2.      Bagian isi skripsi terdiri dari lima bab yaitu:
        BAB I  : Pendahuluan, dalam hal ini penulis menguraikan tentang latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika skripsi.
        BAB II : Kajian pustaka, yaitu bab yang menguraikan tentang kajian pustaka baik dari buku-buku ilmiah, maupun sumber-sumber lain yang mendukung penelitian ini.
        BAB III : Metodologi penelitian, yaitu bab yang menguraikan tentang objek penelitian, variabel, metode penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.
        BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan, yaitu bab yang menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan dari data yang telah diperoleh.
        BAB V : Simpulan, Implikasi dan saran, yaitu bab yang berisi simpulan hasil dan saran serta hasil penelitian.
3.      Bagian akhir skripsi: terdiri dari daftar pustaka dan lampiran.

5)      Kesimpulan
Simpulan penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Bengkulu Selatan telah melakukan berbagai implementasi manajemen perubahan oleh kepala sekolah. Perubahan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Muhammmadiyah Bengkulu Selatan lebih berfokus pada pengambilan keputusan dan kebijakan yang dilakukan kepala sekolah, dan cara dalam manajemen kurikulum, manajemen kesiswaan, manajemen sarana pendidikan, manajemen tenaga pendidik, manajemen keuangan dan manajemen hubungan masyarakat yang diberlakukan disekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar