Rabu, 06 Juni 2018

ETIKA BISNIS

ETIKA PRODUKSI PENJUALAN RUJAK KELILING DI DEPOK

Sarah I. Fajriani
fajrianisarah@gmail.com
Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Gunadarma

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana konsep dan penerapan etika produksi pada rujak keliling di Depok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep etika produksi pada rujak keliling di Depok sehingga nantinya diharapkan hasil resume penelitian ini dapat dijadikan sebuah cerminan bagi para pelaku usaha lainnya. Dalam menjalankan usaha dan kegiatan, para pelaku usaha telah memahami etika produksi. Sehingga penjualan para pelaku usaha sesuai dengan apa yang diharapkan.

Kata Kunci: Etika, Produksi, Etika Produksi, Penjualan

I.                   PENDAHULUAN
            Dalam proses produksi, subuah produsen pada hakikatnya tentu akan selalu berusaha untuk menekan biaya produksi dan berusaha untuk mendapatkan laba sebanyak banyaknya. Dalam upaya produsen untuk memperoleh keuntungan, pasti mereka akan melakukan banyak hal untuk memperolehnya. Termasuk mereka bisa melakukan hal hal yang mengancam keselamataan konsumen. Padahal konsumen dan produsen bekerjasama. Tanpa konsumen, produsen tidak akan berdaya. Seharusnyalah produsen memeberi perhatian dan menjaga konsumen sebagai tanda terima kasih telah membeli barang atau menggunakan jasa yang mereka tawarkan. Namun banyak produsen yang tidak menjalankan hal ini. Produsen lebih mementingkan laba. Seperti banyaknya kasus kasus yang akhirnya mengancam keselamatan konsumen karena dalam memproduksi, produsen tidak memperhatikan hal hal buruk yang mungkin terjadi pada konsumen. Bahkan, konsumen ditipu, konsumen ditawarkan hal-hal yang mereka butuhkan, tapi pada kenyataannya, mereka tidak mendapat apa yang mereka butuhkan mereka tidak memperoleh sesuai dengan apa yang ditawarkan.
            Etika adalah seperangkat prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang menegaskan tentang benar dan salah. Sedangkan produksi adalah suatu kegiatan menambah nilai guna barang dengan menggunakan sumberdaya yang ada. Jadi, Etika Produksi adalah seperangkat prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang menegaskan tentang benar dan salahnya hal hal yang dikukan dalam proses produksi atau dalam proses penambahan nilai guna barang.
           
Setiap produksi pasti harus memiliki etika dalam berproduksi. Dalam pembuatan makanan pun harus melalui proses produksi yang sesuai dengan etika produksi. Salah satunya adalah rujak. Rujak merupakan makanan khas yang berasal dari Indonesia yang memilki beberapa variasi. Di setiap daerah, rujak memiliki cita rasa dan pedas yang berbeda-beda. Banyak peminat rujak dikalangan Indonesia, terutama di Depok membuat peneliti ingin mengetahui “ETIKA PRODUKSI PENJUALAN RUJAK KELILING DI DEPOK”

II.                TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu: Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik. Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak. etika di pandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.
Jenis kedua, Etika di pandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat, akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. Jenis ketiga, etika di pandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika ini lebih bersifat informatif, direktif dan reflektif. Etika terbagi menjadi dua macam. Yang pertama etika umum dan etika khusus.

a.                   Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak  serta  tolak  ukur  dalam  menilai baik atau buruknya suatu tindakan
b.                  Etika    khusus,    merupakan    penerapan     prinsip-prinsip     moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.

Etika Khusus di bagi lagi menjadi dua bagian :
a.         Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
b.        Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola  perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

Pengertian Produksi


Seluruh kegiatan ekonomi masyarakat pada akhirnya di tujukan pada ke makmuran warga masyarakat, taraf hidup atau tingkat kemakmuran masyarakat di tentukan oleh perbandingan jumlah hasil produksi yang tersedia dari hasil jumlah penduduk.Produksi adalah menciptakan kekayaan dengan pemanfaatan sumber alam oleh manusia. Produksi merupakan hasil usaha manusia yang tidak berarti menciftakan barang dari tidak ada., akan tetapi produksi berarti mengadakan perubahan bentuk atau mengembangkan bahan-bahan alam sehingga akhirnya memiliki sifat dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia baik berupa uang atau jasa.
Dalam definisi lain, produksi adalah setiap usaha manusia menciptakan atau menambah guna suatu benda. Pada hakikatnya produksi kegiatan menciptakan, kegiatan-kegiatan artinya, dapat memenuhi ke butuhan manusia jadi benda dan jasa mencakup semua usaha dan kegiatan dari menambah kegunaan misalnya, menanam padi, memperdagangkannya, kebutuhan terhadap barang dan jasa itu tidak terbatas adanya atau dengan kata lain antara kebutuhan tidak terdapat keseimbangan, dengan tidak adanya keseimbangan ini timbullah masalah bagi manusia yaitu bagaimanakah manusia memenuhi kebutuhan yaitu benda dan jasa yang tidak terbatas itu.

 

Pengertian Etika Produksi


Dalam melakukan produksi sangat di perlukan etika, karena etika adalah suatu keinginan produksi yang murni dalam membantu orang lain, kejujuran dan tidak melakukan kecurangan, contohnya banyak sekali kecurangan yang terjadi pada saat ini, hal inilah yang di maksud etika bisnis yang memproduksi yang di tujukan oleh masyarakat luas agar bersikap jujur dan tulus dalam memproduksi produknya, sehingga masing-masing pihak tidak ada yang merasa di rugikan karena setiap perancangan produk tidak lepas dari penilaian etika.
Mungkin dalam etika berproduksi yang kita harus lakukan adalah tidak melakukan, kecurangan-kecurangan yang di maksud adalah kita membuat/memproduksi suatu barang sesuai dengan komposisi yang kita tulis di kemasan dalam hal ini misalnya makanan. Misalnya kita menulis di kemasan berat makanan tersebut adalah 1kg tapi ternyata isinya.Hanya 800 gram justru itu adalah suatu penipuan. Atau misalnya kita menulis isi dalam kemasan ada 100 buah, tapi ternyata hanya ada 99 buah, hal itu juga sama- sama penipuan.

Faktor-faktor produksi


Faktor produksi adalah segala sesuatu yang di perlukan untuk menghasilkan produksi, faktor produksi ini antara lain meliputi bahan baku, bahan penolong, teknologi dan peralatan produksi, tenaga kerja manusia, dan energi, untuk dapat melakukan produksi dengan menggunakan faktor produksi ini, perusahaan memerlukan pengorbanan, yang di kenal dengan biaya, produksi barang dan jasa yang di lakukan di arahkan untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu mendapat laba, laba yang di dapat perusahaan berasal dari selisih antara pendapatan, dengan biaya, oleh karena itu maka pertimbangan utama atau parameter utama dalam melakukan produksi adalah pendapatan (revenue), yang akan di terima perusahaan dan biaya (cost) yang harus di keluarkan perusahaan untuk menghasilkan produksi tersebut. Adapun faktor-faktor produksi itu terbagi atas lima macam yaitu :
1.         Tenaga kerja terkait langsung dengan tuntunan hak milik melalui produksi. Tenaga kerja merupakan faktor pendayaguna dari faktor produksi sebelumnya, oleh karena itu sistem ekonomi Islam merupakan sistem ekonomi yang integral, maka faktor tenaga kerja pun mendapatkan perhatian sistem ekonomi Islam.
2.         Manajemen, karena adanya tuntunan leadersip dalam Islam, manajemen dalam perspektif islam merupakan landasan sistem yang mengantarkan kepada keberhasilan sebuah kegiatan ekonomi. Teknologi     adalah ilmu        tentang            cara      menerapkan     sains    untuk memanfaatkan alam bagi kesejahteraan dan kenyamana manusia.

III.             METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan di dalam melakukan penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif.Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah, disebut juga sebagai metode etnografi. Menurut Sugiyono (2010) penelitian kualitatif biasanya dilakukan pada objek alamiah yang berkembang apa adanya dan data yang digunakan untuk penelitian tidak dimanipulasi oleh peneliti sehingga, kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada objek tersebut

Menurut Sugiyono (2010), menjelaskan bahwa metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada teori yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai penentu di dalam melakukan sebuah penelitian, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, Teknik pengumpulan dengan trianggulasi, analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih mengarah pada makna dari penelitian yang dilakukan daripada generalisasi.

Teknik Pengumpulan Data
           
Penelitian ini menggunakan data yang dikumpulkan dari pengamatan langsung, wawancara, serta analisis dokumen dan catatan perusahaan.Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, yaitu kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data (Sugiyono, 2005: 129).
Pengumpulan data merupakan bagian dari proses pengujian data yang berkaitan dengan sumber dan cara untuk memperoleh data penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di antaranya:

1.      Observasi
Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara sengaja, sistematis mengenai fenomena sosial dengan gejala-gejala psikis untuk kemudian dilakukan pencatatan (Soemitro, 1985 dalam Subagyo, 2004: 63).Observasi sebagai alat pengumpul data dapat dilakukan secara spontan dapat pula dengan daftar isian yang telah disiapkan sebelumnya.Peneliti di sini melakukan observasi secara non partisipatif, yaitu peneliti tidak melibatkan diri dalam aktivitas objek yang diteliti, pengamatan dilakukan secara sepintas pada saat tertentu (Subagyo, 2004: 66).Dalam hal ini peneliti melakukan observasi pada aktivitas dan budaya kerja owner bisnis makanan di social media instagram.

2.      Wawancara (Interview)
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data, apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil (Sugiyono, 2005: 130).

IV.             HASIL PENELITIAN
Dalam melakukan proses produksi harus ada yang namanya etika produksi sesuai dengan penjelasan di atas. Saya telah mengajukan beberapa pertanyaan kepada penjual rujak keliling yang berada di sekitar Depok. Pada umumnya mereka para penjual sudah cukup lama dan berpengalaman dalam menjual rujak. Sehingga mereka mengetahui betul cara memproduksi rujak yang baik sesuai dengan etika produksinya.
Disamping itu penjual rujak keliling juga melakukan semua proses produksi dengan standar etika produksi misalnya  memilih bahan-bahan yang baik dan berkualitas yaitu pemilihan buah-buahan yang segar dan kacang yang baik untuk diolah menjadi bumbu rujak dan juga pemilihan cabai yang baik untuk campuran bumbu. Dengan berjualan sesuai etika produksi dan tanpa melakukan kecurangan, penjual rujak keliling yang berada di sekitar Depok yakin hal tersebut yang membuat rujak produk mereka tetap laris dan dipercaya sebagai makanan yang digemari masyarakat sekitar.

V.                PENUTUP

Berdasarkan hasil pembahasan di atas, dikemukakan bahwa etika produksi sangatlah penting bagi para pelaku usaha. Dengan adanya etika produksi maka pelaku usaha terhindar dari kecurangan yang merugikan konsumen. Wawancara dilakukan dalam proses penelitian ini guna mengetahui secara langsung apakah penjual sudah melakukan proses produksi sesuai dengan etika produksi. Dengan adanya penelitian ini maka diharapkan bagi para pelaku uasha tetap melakukan kegiatan produksi yang sesuai dengan etika produksi dan sebagai cerminan  juga referensi bagi para pelaku usaha lain betapa pentingnya etika produksi dalam proses produksi.

REFERENSI
Sari, Siti Madalela. 2011. Pemikiran Muhammad Nejatullah Siddiq Tentang Etika Produksi. Skripsi. Riau

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.


Velasquez, Manuel G. 2000. Etika Bisnis: Konsep dan Kasus. New York: W.W Norton and Company.